Kemendag Fokus Peraturan Dan Penerapan E-Commerce

Pemerintah sedang berusaha untuk menggodok dan merencanakan penerapan yang tepat dalam perdagangan e- commerce guna melindungi konsumen dan pengusaha.
Please wait 0 seconds...
Scroll Down and click on Go to Link for destination
Congrats! Link is Generated
Percepatan penyelesaian pembuatan aturan e commerce
Saat ini Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendagri) sedang sibuk menggodok peraturan turunan dari Undang-Undang No 7 Tahun 2013, tentang aturan perdagangan yang menggunakan sistem elektronik atau yang biasa disebut e-commerce. Rancangan peraturan ini ditargetkan selesai di akhir tahun ini. Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Jendral Kementerian Perdagangan, Gunaryo di Ciawi, Bogor Jawa Barat. Pria tersebut juga mengatakan bahwa prosesnya memang cukup sulit untuk diselesaikan, karena berkaitan dengan pemberlakuan pajak atau tidak.

Aturan Perdagangan Berbasis Elektronik

Sang Sekjen juga berujar ingin meminta bantuan kepada berbagai pihak terkait untuk menyelesaikan masalah pajak tersebut. Dia juga menjelaskan bahwa peraturan pemerintah yang sedang digodok ini akan mengatur besaran atau totalnya saja, sedangkan untuk rinciannya akan diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan. Gunaryo juga menjelaskan, penyelesaian PP yang berkaitan dengan e-commerce, masih membutuhkan waktu lagi, karena memang adanya ekspektasi dari dunia usaha serta masyarakat sebagai konsumen yang harus diakomodir.

Gunaryo juga menambahkan bahwa seluruh prosesnya maksimal membutuhkan waktu dua tahun. Ternyata memang turunan untuk UU perdagangan  yang sedang dibuat ini tidak hanya satu, melainkan sembilan Peraturan Pemerintah sekaligus, 14 Peraturan Presiden dan 20 Peraturan Menteri Perdagangan yang perlu diselesaikan, guna mendukung penggunaan UU itu.

Perihal penerapannya, diungkapkan oleh Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krinamukti bahwa kebijakan e-commerce sulit untuk dilaksanakan di Indonesia, karena harus dipastikan siapa saja pihak yang terkait seperti apakah perusahaannya harus berasal dari Indonesia, apakah pembelinya harus dari Indonesia serta apakah pembiayaannya juga harus dari Indonesia. Dengan demikian, pengawasan akan lebih mudah, karena bila ada yang melanggar akan akan dikenakan sanksi berdasarkan hukum yang berlaku.

Pria yang menjabat sebagai Wamendag itu juga berkata bahwa E-commerce bersifat tak terbatas (borderless), karena memang tidak mengenal batas geografi antar wilayah, antar negara, atau antar benua. Bayu juga menambahkan bahwa hal yang paling penting adalah proteksi pemerintah kepada pengusaha dan konsumen Indonesia. Dia juga beranggapan bahwa diperlukan aturan yang jelas agar kepentingan semua pihak bisa diakomodir.

Apa Kata Pengusaha?

Menurut Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), kebanyakan proses transaksi e-commerce yang dilakukan di dalam negeri tidak dikenakan pajak, walaupun jumlah rata-rata aktivitas mereka hingga mencapai Rp 100 triliun per tahun. Setelah pemberlakuan UU Perdagangan elektronik tersebut, maka para pebisnis ini akan diwajibkan untuk membayar pajak kepada pemerintah, walaupun saat ini belum ada ketentuan yang pasti tentang besarannya. UU tersebut mengatur tentang perdagangan sistem elektronik dengan ketentuan bahwa semua badan usaha atau perseorangan yang menjual barang atau jasa diharuskan untuk menyediakan informasi dan data dengan sebenar-benarnya dan lengkap.

Undang-undang tersebut memuat aturan mengenai e-commerce pada Bab VIII Perdagangan Melalui Sistem Elektronik di pasal 65 dan 66. Sementara itu, rinciannya sedang digodok oleh pemerintah dan belum selesai. Peraturan itu sebenarnya merupakan pengganti dari Bedfrijfsreglementerings Ordonnantie (BO) yang telah diterapkan sejak zaman Belanda, digunakan sebagai hukum dasar pergangan Indonesia.





e commerce batik

Getting Info...

About the Author

Admin
Blog ini hanya tempat untuk curat-coret dan tulas-tulis apa saja yang ingin perlu dituliskan atau dirasa perlu dituliskan intinya hanya coretan-coretan yang tidak berkualitas dan hanya memakan kapasitas tempat dan bandwith. Maaf, tapi blogger punya …
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.